Adegan - Adegan Film Hollywood Yang Tidak Masuk Akal Menurut Ilmu Fisika - NOL DESIBEL

Breaking

NOL DESIBEL

make it simple, with silent

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 08 Juni 2012

Adegan - Adegan Film Hollywood Yang Tidak Masuk Akal Menurut Ilmu Fisika


Para produser film khususnya produksi Hollywood sering menerapkan berbagai efek khusus. Namun sayangnya mereka tidak memahami betul bagaimana hukum fisika sehingga efek yang dibuat sebenarnya tidak masuk akal. Kadang pula, mereka menerima begitu saja tradisi efek khusus, mengira hal tersebut memang benar di dunia nyata. Kemungkinannya yang lain, para pembuat mungkin tahu, tetapi tetap memilih demikian agar terlihat lebih keren.


Beberapa daegan yang sering titampilkan dan tidak masuk akal tersebut adalah sebagai berikut :

1. Gerak Jatuh Bebas
Akibatnya: Mobil Tidak dapat Menyeberangi Jembatan Putus
Level: Kelas 1 SMP

Kita semua paham kalau film kartun, ketika seorang tokoh karakter berdiri di udara dan jatuh ketika sadar ia tidak menginjak tanah, melanggar hukum gravitasi. Tetapi dalam film-film seperti Speed dan film-film aksi yang menunjukkan pelompatan jembatan, pelanggaran hukum gravitasi tetap ada. Ini mengapa para pesulap tidak ingin menunjukkan aksi melompati potongan jembatan yang putus. Di dunia nyata, mobil seberapa cepatpun tidak akan dapat melewati jembatan putus. Fakta ini ada dalam hukum gerak dasar yang kita pelajari di sekolah. Hanya gerak parabola yang mungkin melewati sebuah jembatan putus. Ambil contoh ketika seorang pelompat jauh ingin melakukan aksinya. Walau begitu, mobil tidak mungkin seperti roket atau meriam yang harus mengambil sudut tertentu ke atas sebelum melompat. Mobil hanya bergerak lurus ke depan dan secepat apapun, gravitasi akan segera menariknya ke bawah dan gagal menyeberangi jembatan putus. Pada saat gempa tahun 1989 di San Francisco, seorang pengendara melihat celah di jembatan dan mencoba secepat mungkin agar dapat melewatinya, mungkin karena melihat adegan di film. Sayangnya, karena hukum fisika di dunia nyata berbeda, mobil tersebut jatuh.

2. Hukum Gaya Gesek
Akibatnya: Peluru dari Moncong Pistol tidak Menimbulkan Api
Level: Kelas 1 SMP

Hukum gesekan mengatakan semakin rendah gesekan, maka semakin sedikit gaya yang terbuang. Para insinyur berjuang untuk memberikan benda bergerak gaya gesek seminimal mungkin. Mobil balap misalnya, memiliki ban yang gaya geseknya sangat rendah sehingga mampu meluncur dengan cepat. Hal yang sama berlaku pada peluru di pistol. Agar peluru dapat bergerak sangat cepat, gesekan harus dikurangi seminimal mungkin. Kemunculan api dari moncong senjata api menunjukkan kalau banyak gesekan yang terjadi antara peluru dengan wadahnya. Hal ini berarti senjata tersebut efisiensinya buruk. Tetapi di film, untuk menunjukkan kalau senjata api ditembakkan, pembuat film terpaksa harus melanggar hukum fisika ini. Kadang dalam film, sebuah pistol atau senjata mesin menunjukkan api yang besar dari moncongnya.

Akibatnya: Peluru yang Luput dari Sasaran tidak Menimbulkan Percikan
Api dari moncong peluru merupakan gesekan antara peluru dengan moncong senjata api. Jika gesekan ini besar, maka moncong akan cepat aus dan rusak. Para insinyur senjata api memilih memakai peluru dengan pelapis timbal untuk menghilangkan efek ini. Timbal lebih lembut namun padat sehingga tidak menggores moncong senjata api. Selain mempercepat peluru, tidak adanya api letupan dari moncong senjata api membantu menghilangkan petunjuk sumber tembakan dan membuat musuh kebingungan. Dan ini juga berakibat pada posisi akhir peluru. Ketika menghantam dinding atau sedikit meleset dari sasaran, tidak akan ada muncul percikan api. Tetapi di film, kembali, ketika peluru luput dari target (dan targetnya umumnya manusia), akan muncul percikan. Percikan hanya muncul ketika peluru yang digunakan adalah baja atau logam keras lainnya yang mengenai permukaan keras seperti batu. Hal ini karena pecahan kecil bahan yang ditabrak terpanaskan, terbakar, dan terlontar, sama halnya dengan gesekan peluru dan moncong senjata tadi. Dengan peluru modern, hal ini tidak dapat terjadi dan sepertinya Hollywood mengabaikan masalah ini demi kerennya film action mereka.

3. Perambatan Gelombang Suara
Akibatnya: Suara tidak dapat merambat di ruang angkasa
Level: Kelas 2 SMP

 Setiap gelombang untuk merambat memerlukan medium, kecuali gelombang elektromagnet. Tanpa mediumnya, gelombang tidak dapat merambat. Gelombang suara memerlukan medium udara untuk dapat merambat. Di ruang angkasa, tidak ada udara. Jadi, tidak ada suara. Agar dapat berkomunikasi,astronot menggunakan gelombang radio yang terdapat didalam helmnya. Banyak film ruang angkasa melanggar hukum ini. Star wars, Serenity, atau Starship Troopers misalnya. Tentu saja, film tersebut akan bisu bila memaksakan hukum fisika ini dalam aksi perang luar angkasanya. Tetapi memang seperti itulah. Menariknya, tidak semua film seperti ini. Film Alien misalnya, dengan tepat menyatakan “In space, nobody can hear your scream.” Untuk empirisnya, coba lihat rekaman-rekaman berita tentang luar angkasa seperti pendaratan manusia di bulan.

4. Kecepatan Rambat Gelombang dan Nada
Akibatnya: Suara Berubah Ketika Kecepatan Berubah
Level : Kelas 2 SMP
Nada yang anda dengar tergantung pada panjang dan amplitudo gelombang suara yang anda dengar. Keduanya tergantung pada kecepatan gerak gelombang. Getaran yang lambat nadanya akan berbeda dengan getaran yang cepat. Tapi dalam film dengan adegan gerak lambat, seringkali kita dengar nada suara yang muncul tidak berubah. Kenyataannya, bila anda memperlambat gerakan dua kali, frekuensi semua suara akan jatuh satu oktaf. Suara perempuan akan terlihat seperti suara laki-laki. Nada C tengah misalnya, merupakan manifestasi osilasi gelombang suara dengan frekuensi 256 getaran per detik. Bila waktu melambat, getaran per detik akan berkurang, dan nada yang terdengar menjadi lebih rendah.

5. Perbedaan Kecepatan Gelombang
Akibatnya: Suara tidak secepat Cahaya
Level: Kelas 2 SMP


Kita memperoleh fakta ini hampir setiap kali hujan lebat terjadi. Kilat selalu muncul lebih dahulu daripada petir. Walaupun di tempat awal terjadi, kilat dan petir terjadi beriringan, tapi cahaya (kilat) lebih cepat daripada suara (petir). Akibatnya, petir datang belakangan dan ini digunakan oleh para meteorolog untuk mengukur tingginya tempat terjadinya kilat. Tetapi, hal ini tidak berlaku dalam banyak jenis film Hollywood. Dalam film tentang pesawat tempur, wujud pesawat terlihat beriringan dengan suaranya. Begitu juga, gambar ledakan di suatu tempat yang jauh terlihat bersamaan dengan suara ledakannya. Letusan gunung berapi terdengar bersamaan dengan keluarnya api dari gunung.

6. Hukum Aksi Reaksi
Akibatnya: Tendangan Maut melukai Jagoan
Level: Kelas 1 SMA

Hukum aksi reaksi juga disebut Hukum Newton III. Ia mengatakan kapanpun ada aksi di satu arah maka ada reaksi pada arah berlawanan. Jika sebuah senapan menembakkan peluru ke depan, maka pemegang senapan akan tertarik ke belakang. Begitu juga, ketika anda melompat ke depan di sebuah sampan yang diam, sampan akan terdorong ke belakang. Contoh lain yang lebih umum adalah mobil yang direm mendadak. Orang akan terdorong ke depan padahal mobil telah berhenti. Dalam film yang bagus, seperti Men in Black, seorang tokoh terlempar ke belakang ketika menembakkan senjata api dengan energi sangat tinggi. Sayangnya, kebanyakan film tidak seperti ini. Dalam film Star Trek dan Star Wars, pesawat antariksa (Enterprise atau Millenium Falcon) berhenti mendadak setelah kecepatan luar biasa tinggi. Tapi, orang dan benda di dalam pesawat tidak terlempar menghantam kaca depan dan berderai. Begitu juga, ketika seorang tokoh menembakkan shotgun, ia tidak terdorong ke belakang. Dan pada hampir semua film action bela diri, seorang ahli bela diri yang menendang lawannya hingga terlempar jauh, tidak terdorong ke belakang dan terluka. Hal-hal ini semuanya melawan hukum kekekalan momentum.

7. Hukum Kekekalan Momentum
Akibatnya: Ledakan Sangat Berbahaya
Level: Kelas 1 SMA

Hukum kekekalan momentum adalah turunan dari hukum aksi reaksi. Ketika sebuah benda besar meledak menjadi benda kecil, maka kecepatan benda kecil akan lebih besar. Dalam sebuah ledakan misalnya, bagian-bagian kecil yang terpecah dari benda yang meledak akan terlontar ke berbagai arah dan memberikan dampak besar bagi benda yang dihantamnya. Prinsip ini digunakan dalam berbagai jenis senjata ledak seperti granat, bom, dan ranjau. Di dunia nyata, ketika anda berada tidak jauh dari lokasi ledakan granat, anda akan terluka parah, akibat pecahan-pecahan granat yang terlontar ke berbagai arah. Tetapi di film, anda tidak akan apa-apa. Ledakan granat di samping seorang tentara di film hanya membuat sang tentara memanggil temannya untuk maju. Begitu juga, seringkali kita melihat seorang jagoan berjalan membelakangi rumah yang ia ledakkan, dengan santai dan cool! Di dunia nyata, sang jagoan akan tersungkur tewas karena benda-benda yang terlontar dari ledakan atau tertimpa benda hasil ledakan yang jatuh dari udara.

8. Arus Listrik
Akibatnya: Kematian Karena Listrik di Bak Mandi Kecil Kemungkinannya
Level: Kelas 3 SMA

Dalam film, metode pembunuhan dengan menyetrum korban dengan listrik yang mengalir di bak mandi merupakan hal yang umum. Walau begitu, dalam realitas hal ini sulit terjadi. Pernah melihat tukang las menggunakan mesin las busur. Tukang las dapat memengang logam yang dilasnya padahal dalam ada arus listrik besar mengalir dari mesin las. Karena logam tersebut konduktor, seharusna tukang las tersengat dan mati. Tetapi tidak, arus listrik tidak mengalir serampangan. Ia langsung turun ke bumi sebagai medan netral terbesar. Sejauh tukang las menghubungkan logam tersebut dengan tanah, maka arus listrik besar yang datang dari las akan langsung mengalir ke tanah. Hal ini disebut pentanahan (grounding) oleh teknisi listrik. Pada rumah-rumah tipe lama dengan bak mandi, umumnya terdapat saluran logam (pipa tembaga) langsung dari bak mandi ke tanah. Saluran ini dapat berfungsi sebagai pentanahan jika ada aliran listrik mengalir ke air di bak mandi. Kemungkinan mati memang tetap ada, jika manusia yang menjadi saluran pentanahannya. Petir yang menyambar orang misalnya. Dalam kasus ini, orang tersebut menjadi saluran pentanahan bagi petir tegangan tinggi. Arus listrik dalam perjalanannya melewati jantung dan membuat serangan jantung, sebelum masuk ke tanah. Begitu juga saat tubuh basah lalu menggunakan alat listrik (misalnya pengering rambut), sebuah kebocoran arus listrik sangat berbahaya bagi orang tersebut. Pada rumah-rumah tipe baru, bak mandi tidak memiliki saluran logam (biasanya diganti pipa PVC). Namun biasanya dalam bak mandi modern terdapat sebuah sekring pengaman. Ketika arus listrik mengalir, sekring akan jatuh dan memutuskan arus listrik.

sumber : http://www.faktailmiah.com/2012/02/04/fakta-fakta-ilmiah-yang-tidak-berlaku-di-film-hollywood.html





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here